Setitik Harapanku...

Jumat, 27 Januari 2012

LP HIPOTERMIA


Konsep Dasar Teori Hipotermi Pada BBL

A. Pengertian Hipotermi
  1. Hipotermia adalah penurunan suhu tubuh di bawah 360C (Dep.Kes. RI, 1994).
  2. Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin.
  3. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C. Tubuh manusia mampu mengatur suhu pada zona termonetral, yaitu antara 36,5-37,5 °C. Di luar suhu tersebut, respon tubuh untuk mengatur suhu akan aktif menyeimbangkan produksi panas dan kehilangan panas dalam tubuh. (http://id.wikipedia.org/wiki/Hipotermia)
  4. Hipotermia adalah suatu kondisi dimana mekanisme tubuh untuk pengaturan suhu kesulitan mengatasi tekanan suhu dingin. Hipotermia juga dapat didefinisikan sebagai suhu bagian dalam tubuh di bawah 35 °C.(http://kadri-blog.blogspot.com/2011/10/pengertianhipotermia.html)
  5. Hipotermi adalah keadaan ketika seorang individu mengalami atau beresiko mengalami penurunan suhu tubuh terus menerus dibawah 35,5 º C per rektal karena peningkatan kerentanan terhadap faktor eksternal. ( Lynda Juall Carpenito, hal 26, buku saku diagnosis keperawatan, edisi 10 ) 
      B. Etiologi
     - Prematuritas
     - Asfiksia
          -   Sepsis
           -   Kondisi neurologik seperti meningitis dan perdarahan cerebral
          -   Pengeringan yang tidak adekuat setelah kelahiran
     -  Eksposure suhu lingkungan yang dingin

      C. Penyebab
           Faktor-faktor penyebab dan resikonya :
           1. Faktor penyebab utama
            Adalah kurang pengetahuan akan pentingnya mengeringkan bayi. Seharusnya pada bayi baru lahir dilakukan sebagai berikut :
         -  Kontak langsung dengan kulit ibu (skin to skin contac)
        -   Membungkus bayi agar tetap hangat
    - Menyediakan ruangan/tempat yang hangat untuk menaruh bayi

           2. Faktor-faktor yang dianggap resiko untuk terjadinya hipotermia antara  lain :
          Ø  Perawatan yang kurang tepat setelah bayi lahir
          Ø  Bayi dipisahkan dari ibunya segera setelah lahir
          Ø  Berat lahir bayi yang kurang dan kehamilan prematur
          Ø  Tempat melahirkan yang dingin
          Ø  Umur bayi belum cukup saat dipindahkan/dikirim untuk rujukan
          Ø  Suhu badan tidak terjaga selama perjalanan rujukan
          Ø  Asfiksia, hipoksia atau penyakit-penyakit pada bayi
     
          D. Manifestasi Klinis

·         Gejala hipotermia bayi baru lahir :
·         Bayi tidak mau minum/menetek
·         Bayi tampak lesu atau mengantuk saja
·         Tubuh bayi terasa dingin
·         Dalam keadaan berat, denyut jantung bayi menurun dan kulit tubuh bayi mengeras (sklerema).

Ø  Tanda-tanda hipotermia sedang (stress dingin) dengan suhu 32 – 360 C antara lain:
a.       Aktivitas berkurang, letargis
b.      Tangisan lemah
c.       Pernafasan lembut
d.      Kulit berwarna tidak rata
e.       Kemampuan menghisap lemah
f.       Kaki teraba dingin
Ø  Tanda-tanda hipotermia berat (cedera ringan) dengan suhu < 320 C antara lain :
a.       Sama dengan hipotermia sedang
b.      Bibir dan kuku kebiruan
c.       Pernafasan tidak teratur
d.      Bunyi jantung lambat
e.       Selanjutnya mungkin timbul hipoglikemia dan asidosis metabolik
Ø  Tanda-tanda stadium lanjut hipotermia
a.       Muka, ujung kaki dan tangan bayi berwarna merah terang
b.      Bagian tubuh lainnya pucat
c.       Kulit mengeras merah dan timbul edema terutama pada punggung kaki dan tangan (dapat juga mengenai seluruh tubuh). 

E.   Mekanisme kehilangan panas pada BBL
Bayi baru lahir dapat kehilangan panas tubuhnya melalui cara-cara berikut ini :
a.    Evaporasi adalah jalan utama bayi kehilangan panas. Kehilangan panas dapat terjadi karena penguapan cairan ketuban pada permukaan tubuh oleh panas tubuh bayi sendiri karena setelah lahir, tubuh bayi tidak segera dikeringkan. Kehilangan panas juga terjadi pada bayi yang terlalu cepat dimandikan dan tubuhnya tidak segera dikeringkan dan diselimuti.
b.   Konduksi adalah kehilangan panas tubuh melalui kontak langsung antara tubuh bayi dengan permukaan yang dingin. Meja, tempat tidur atau timbangan yang temperaturnya lebih rendah dari suhu tubuh bayi akan menyerap panas tubuh bayi melalui mekanisme konduksi apabila bayi diletakkan diatas benda-benda tersebut.
c.    Konveksi adalah kehilangan panas tubuh yang terjadi saat bayi terpapar diudara sekitar yang lebih dingin. Bayi yang dilahirkan atau ditempatkan di dalam ruangan yang dingin akan cepat mengalami kehilangan panas. Kehilangan panas juga terjadi aliran udara dari kipas angin, hembusan udara melalui ventilasi atau pendingin ruangan.
d.   Radiasi adalah kehilangan panas yang terjadi karena bayi ditempatkan di dekat benda-benda yang mempunyai suhu lebih rendah dari suhu tubuh bayi. Bayi bisa kehilangan panas dengan cara ini karena benda-benda tersebut menyerap radiasi panas tubuh bayi ( walaupun tidak bersentuhan secara langsung ). ( Asuhan Persalinan Normal, hal 127- 128, 2008 )

   F. Penatalaksanaan
        Cegah terjadinya kehilangan panas melalui upaya sebagai berikut :
a.    Keringkan tubuh bayi tanpa membersihkan verniks
Keringkan bayi mulai dari muka, kepala dan bagian tubuh lainnya kecuali bagian tangan tanpa membersihkan verniks. Verniks akan membantu menghangatkan tubuh bayi. Ganti handuk basah dengan handuk yang kering. Biarkan bayi diatas perut ibu.
b.   Letakkan bayi agar terjadi kontak kulit ibu ke kulit bayi
Letakkan bayi tengkurap di dada ibu. Luruskan bahu bayi sehingga bayi menempel di dada atau di perut ibu. Usahakan kepala bayi berada di antara payudara ibu dengan posisi sedikit lebih rendah dari puting payudara ibu. Biarkan bayi tetap melakukan kontak kulit di dada ibu paling sedikit 1 jam.
c.    Selimuti ibu dan bayi dan pakaikan topi di kepala bayi
Selimuti tubuh ibu dan bayi dengan kain hangat dan pasang topi dikepala bayi. Bagian kepala bayi memilki luas permukaan yang relatif luas dan bayi akan dengan cepat kehilangan panas jika bagian tersebut tidak tertutupi.

d.   Jangan segera menimbang atau memandikan BBL
Lakukan penimbangan setelah 1 jam kontak kulit ibu dan kulit bayi dan bayi selesai menyusu. Karena BBL cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya ( terutama jika tidak berpakaian ), sebelum melakukan penimbangan, terlebih dahulu selimuti bayi dengan kain atau selimut bersih dan kering. Berat badan bayi dapat dinilai dari selisih berat bayi pada saat berpakaian atau diselimuti dikurangi dengan berat pakaian atau selimut. Bayi sebaiknya dimandikan 6 jam setalah lahir. Memandikan bayi dalam beberapa jam pertama setelah lahir dapat menyebabkan hipotermia yang sangat membahayakan kesehatan BBL.
 ( Asuhan Persalinan Normal, hal 128- 129, 2008 )

0 komentar:

Poskan Komentar